Strategi Momentum Investing
Dwi Utari
Dwi Utari
| 02-11-2026
Science Team · Science Team
Halo, Lykkers! Pernahkah Anda melihat harga saham terus meningkat selama beberapa hari atau bahkan beberapa bulan, lalu merasa tergoda untuk segera membelinya sebelum harganya semakin mahal?
Situasi seperti ini sering membuat investor bertanya-tanya, apakah kenaikan tersebut masih akan berlanjut atau justru menjadi tanda bahwa harga saham sudah terlalu tinggi?
Pertanyaan tersebut berkaitan erat dengan momentum investing, yaitu strategi investasi yang memanfaatkan kecenderungan pergerakan harga aset untuk menentukan keputusan pembelian dan penjualan. Strategi ini terlihat sederhana karena investor cukup mengamati tren yang sedang berlangsung. Namun, di balik peluang keuntungan yang menarik, terdapat sejumlah risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.
Agar tidak sekadar mengikuti keramaian pasar, mari kita memahami cara kerja momentum investing, keunggulannya, serta berbagai kelemahan yang dapat memengaruhi hasil investasi Anda.

Apa Itu Momentum Investing dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Momentum investing adalah strategi yang berfokus pada pergerakan harga aset dalam periode tertentu. Investor yang menerapkan pendekatan ini cenderung membeli saham yang menunjukkan kinerja harga kuat dan mempertimbangkan untuk menjual saham yang mengalami penurunan atau kehilangan kekuatan tren.
Berbeda dari strategi investasi yang terutama mengandalkan analisis fundamental, momentum investing memberikan perhatian besar pada data harga, arah pergerakan pasar, dan perilaku investor. Meski demikian, analisis fundamental tetap dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan tambahan untuk memahami kondisi perusahaan.
Logika di balik strategi ini cukup menarik. Ketika suatu saham mengalami kenaikan secara konsisten, semakin banyak pelaku pasar mungkin tertarik untuk membelinya. Permintaan yang meningkat dapat mendorong harga bergerak lebih tinggi selama minat beli masih bertahan.
Sebagai contoh, sebuah saham naik dari Rp1.000 menjadi Rp1.200 dalam beberapa minggu karena permintaan investor terus meningkat. Investor momentum akan mengamati apakah tren kenaikan tersebut masih kuat sebelum memutuskan untuk masuk ke pasar.
Namun, kenaikan harga sebelumnya bukan jaminan bahwa saham akan terus meningkat. Karena itu, mengenali tren perlu disertai analisis dan pengendalian risiko yang memadai.
Strategi Momentum Investing

4 Keuntungan Momentum Investing yang Membuatnya Menarik

1. Berpeluang Memanfaatkan Tren Kenaikan Harga
Salah satu daya tarik momentum investing adalah kemampuannya membantu investor mengikuti pergerakan harga yang sedang menguat. Ketika tren berlangsung cukup lama, investor berpeluang memperoleh keuntungan dari kenaikan harga tanpa harus membeli aset jauh sebelum pergerakannya terlihat.
Meski demikian, peluang tersebut bergantung pada kemampuan mengenali tren yang masih berlanjut. Kenaikan harga yang terlalu cepat justru dapat meningkatkan risiko pembelian pada level yang kurang menguntungkan.
2. Relatif Mudah Dipahami oleh Investor Pemula
Momentum investing tidak selalu membutuhkan model penilaian perusahaan yang rumit untuk mulai dipelajari. Investor dapat mengenali kecenderungan harga melalui grafik, membandingkan kinerja saham dalam periode tertentu, dan mempelajari indikator teknikal yang relevan.
Kesederhanaan ini membuat pendekatan momentum menarik bagi pemula maupun investor berpengalaman. Akan tetapi, mudah dipahami bukan berarti mudah diterapkan secara konsisten. Keputusan tetap membutuhkan aturan yang jelas dan evaluasi berkala.
3. Memiliki Dukungan dari Berbagai Penelitian
Momentum bukan sekadar fenomena yang muncul karena investor mengikuti tren populer. Sejumlah penelitian keuangan menemukan bahwa aset yang menunjukkan kinerja relatif kuat dalam periode tertentu terkadang melanjutkan kinerjanya dalam periode berikutnya.
Pola tersebut menjadi salah satu alasan momentum dipelajari dalam dunia investasi dan digunakan dalam berbagai strategi pengelolaan portofolio. Namun, hasil penelitian historis tidak menjamin keuntungan pada masa mendatang. Kinerja strategi juga dapat berubah mengikuti kondisi pasar, biaya transaksi, dan periode pengamatan.
4. Dapat Bekerja Baik Ketika Tren Pasar Menguat
Ketika harga saham bergerak dalam arah yang relatif konsisten, momentum investing dapat membantu investor memanfaatkan pergerakan tersebut. Investor tidak harus menebak titik harga terendah, tetapi dapat mencari peluang setelah tren kenaikan mulai terlihat.
Meskipun demikian, kondisi pasar tidak selalu mendukung strategi ini. Pasar yang bergerak naik turun tanpa arah jelas dapat menghasilkan sinyal yang menyesatkan dan membuat keputusan jual beli menjadi kurang efektif.

4 Risiko Momentum Investing yang Jangan Sampai Anda Abaikan

1. Tren Bisa Berbalik Tanpa Peringatan
Harga saham yang terus meningkat dapat berubah arah ketika perusahaan mengumumkan kinerja yang mengecewakan, prospek bisnis memburuk, atau kondisi ekonomi memengaruhi sentimen investor. Perubahan tersebut dapat menghapus sebagian keuntungan dalam waktu singkat.
Oleh karena itu, investor perlu menentukan batas kerugian yang dapat diterima sebelum membeli saham. Rencana tersebut membantu mengurangi keputusan impulsif ketika harga bergerak berlawanan dengan perkiraan.
2. Salah Menentukan Waktu Pembelian dan Penjualan
Momentum investing sangat bergantung pada keputusan mengenai kapan harus masuk dan keluar dari pasar. Membeli setelah kenaikan berlangsung terlalu lama dapat membuat investor menghadapi risiko koreksi harga. Sebaliknya, menjual terlalu cepat dapat menyebabkan peluang keuntungan terlewatkan.
Tidak ada metode yang mampu menentukan titik terbaik secara konsisten dalam setiap situasi. Investor dapat menggunakan aturan berdasarkan tren, indikator teknikal, atau batas risiko, tetapi tetap perlu menerima kemungkinan bahwa keputusan mereka tidak selalu tepat.
3. Biaya Transaksi Dapat Mengurangi Keuntungan
Strategi yang melibatkan aktivitas jual beli berulang berpotensi menimbulkan biaya transaksi lebih tinggi. Bergantung pada instrumen dan ketentuan yang berlaku, investor juga perlu memperhitungkan pajak serta selisih antara harga beli dan harga jual.
Sebagai ilustrasi, keuntungan dari beberapa transaksi mungkin terlihat menjanjikan jika hanya dihitung berdasarkan perubahan harga. Namun, setelah seluruh biaya diperhitungkan, hasil bersihnya bisa jauh lebih kecil.
Untuk mengatasinya, investor sebaiknya menghitung biaya sebelum bertransaksi dan menghindari aktivitas jual beli yang tidak memiliki alasan jelas.
4. Terjebak Mengikuti Keramaian Pasar
Ketika suatu saham menjadi populer, banyak investor dapat membeli hanya karena takut kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan. Perilaku tersebut berpotensi mendorong harga menjauh dari nilai yang didukung oleh kondisi bisnis perusahaan.
Jika minat beli kemudian menurun, harga dapat terkoreksi tajam. Karena itu, investor perlu membedakan antara tren yang didukung informasi relevan dan kenaikan yang terutama dipicu antusiasme pasar.
Strategi Momentum Investing

Pandangan Burton Malkiel: Mengapa Prediksi Pasar Tidak Mudah?

Burton Malkiel, ekonom sekaligus penulis buku A Random Walk Down Wall Street, dikenal melalui pandangannya mengenai sulitnya memprediksi pergerakan harga saham secara konsisten. Pemikirannya mengingatkan investor bahwa informasi baru, perubahan ekspektasi, dan berbagai faktor yang tidak terduga dapat memengaruhi harga pasar.
Perspektif tersebut penting ketika membahas momentum investing. Walaupun pola harga dapat memberikan informasi yang berguna, pola itu tidak selalu bertahan. Investor yang terlalu yakin bahwa tren akan berlanjut berisiko mengabaikan perubahan kondisi pasar.
Pendekatan yang lebih bijak adalah menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, menguji strategi dengan cermat, dan tidak menganggap keberhasilan sebelumnya sebagai jaminan hasil berikutnya.

Tips Menerapkan Momentum Investing agar Lebih Terarah

Sebelum mencoba strategi ini, ada beberapa langkah yang dapat membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih terukur.
- Pertama, tentukan tujuan investasi dan jangka waktu yang sesuai. Momentum investing umumnya membutuhkan pemantauan pasar lebih aktif dibandingkan pendekatan investasi jangka panjang yang berfokus pada fundamental.
- Kedua, gunakan kriteria yang konsisten untuk menilai kekuatan tren. Jangan membeli hanya karena harga saham sedang ramai dibicarakan. Periksa pergerakan harga, volume transaksi, dan informasi relevan yang tersedia.
- Ketiga, tetapkan batas risiko sejak awal. Tentukan berapa besar kerugian yang sanggup Anda tanggung dan hindari menempatkan seluruh dana pada satu saham atau satu strategi.
- Keempat, lakukan evaluasi terhadap hasil transaksi dengan memperhitungkan biaya. Catatan mengenai alasan membeli, alasan menjual, dan hasil akhirnya dapat membantu Anda mengetahui apakah strategi yang digunakan benar-benar efektif.
Terakhir, pertimbangkan untuk menguji pendekatan tersebut menggunakan data historis atau simulasi sebelum mengalokasikan dana dalam jumlah besar. Pengujian dapat memberikan gambaran mengenai kelemahan strategi, meskipun hasil historis tidak menjamin kinerja di masa depan.

Kesimpulan: Momentum Investing Bisa Menguntungkan, tetapi Jangan Asal Mengejar Harga

Momentum investing menawarkan pendekatan menarik bagi investor yang ingin memanfaatkan tren pergerakan harga. Strategi ini relatif mudah dipahami, memiliki dukungan penelitian, dan berpotensi memberikan hasil yang baik ketika pasar bergerak secara konsisten.
Namun, peluang keuntungan selalu disertai risiko. Perubahan tren, kesalahan menentukan waktu transaksi, biaya yang menumpuk, dan keputusan emosional dapat mengurangi hasil investasi secara signifikan.
Bagi Lykkers yang ingin mempelajari strategi ini, kuncinya bukan sekadar membeli saham yang sedang naik. Anda perlu memahami alasan di balik pergerakan harga, menetapkan aturan transaksi, serta menyiapkan langkah untuk menghadapi kemungkinan yang tidak sesuai dengan perkiraan.
Ingat, harga yang terus meningkat bukan berarti peluang keuntungan akan selalu terbuka. Dalam dunia investasi, keputusan yang terencana dan pengelolaan risiko yang disiplin jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren yang sedang populer.
0.008360s