Sejarah Bakpia Jogja
Delvin Wijaya
| 24-04-2026

· Food Team
Hi, Lykkers! Bakpia Pathok merupakan salah satu oleh-oleh khas Yogyakarta yang sangat populer. Kue kecil berbentuk bulat ini dikenal dengan teksturnya yang lembut dan isian manis yang beragam.
Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Jogja tanpa membawa pulang bakpia sebagai buah tangan.
Sejarah Bakpia Pathok
Bakpia sebenarnya bukan makanan asli Indonesia. Kue ini berasal dari Tiongkok dan dibawa oleh pedagang Tionghoa ke Yogyakarta pada awal abad ke-20. Awalnya, bakpia berisi daging, namun kemudian disesuaikan dengan selera lokal menjadi isi kacang hijau agar dapat diterima oleh masyarakat setempat.
Produksi bakpia mulai berkembang pesat di kawasan Pathok, Yogyakarta sekitar tahun 1940-an hingga 1980-an. Nama "Pathok" sendiri diambil dari daerah tempat bakpia ini diproduksi secara massal dan menjadi sentra industri rumahan.
Seiring waktu, bakpia tidak hanya menjadi camilan biasa, tetapi juga simbol akulturasi budaya antara Tionghoa dan Jawa.
Lokasi Asli Bakpia Pathok
Pusat produksi bakpia berada di kawasan Pathok, tidak jauh dari pusat kota Yogyakarta. Di sepanjang jalan ini, terdapat banyak toko bakpia legendaris yang biasanya menggunakan nomor sebagai identitas, seperti 25, 75, dan lainnya.
Beberapa produsen bahkan sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan tetap mempertahankan resep tradisional. Wisatawan dapat melihat langsung proses pembuatan bakpia hingga mencicipi produk yang masih hangat.
Kawasan ini menjadi destinasi wisata kuliner tersendiri bagi para pengunjung.
Varian Rasa yang Semakin Beragam
Dulu, bakpia hanya memiliki satu varian rasa, yaitu kacang hijau. Namun kini, inovasi terus berkembang mengikuti selera pasar. Beberapa varian rasa yang populer antara lain:
- Cokelat
- Keju
- Durian
- Green tea
- Taro
- Kacang hitam
Perkembangan ini membuat bakpia semakin diminati oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda. Bahkan, beberapa produsen menghadirkan bakpia dengan tekstur lebih lembut atau "basah" untuk pengalaman yang berbeda.
Daya Tarik sebagai Oleh-Oleh Khas
Bakpia mudah dibawa dan dikemas dalam kotak praktis, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh. Rasanya yang manis dan teksturnya yang khas membuatnya disukai banyak orang.
Selain itu, harga yang relatif terjangkau juga menjadi alasan bakpia tetap populer hingga sekarang.
Bakpia Pathok bukan sekadar camilan, tetapi juga bagian dari sejarah dan budaya Yogyakarta. Dari asal-usulnya yang unik hingga inovasi rasa yang terus berkembang, bakpia tetap menjadi ikon kuliner yang tidak lekang oleh waktu. Jika berkunjung ke Jogja, jangan lupa mencicipi dan membawa pulang kelezatan khas ini.