Hitung Modal Truk
Farzan Gunadi
Farzan Gunadi
| 28-02-2026
Oto Team · Oto Team
Hitung Modal Truk
Hi, Lykkers! Dalam bisnis logistik, kepemilikan armada menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kelancaran operasional. Banyak pelaku usaha dihadapkan pada pilihan antara membeli truk baru atau truk bekas.
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, terutama jika dilihat dari sisi biaya awal, perawatan, dan potensi balik modal.
Memahami perhitungan dasar sebelum membeli truk dapat membantu menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan usaha dan kemampuan finansial.

Biaya Awal Pembelian

Perbedaan paling mencolok antara truk baru dan bekas terletak pada harga beli. Truk baru tentu memiliki harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan truk bekas dengan spesifikasi yang sama. Hal ini membuat modal awal yang dibutuhkan untuk membeli truk baru menjadi lebih besar.
Sebagai gambaran, truk baru dari merek seperti Hino Motors atau Isuzu Motors bisa berharga ratusan juta rupiah, tergantung tipe dan kapasitas. Sementara itu, truk bekas dengan kondisi layak pakai bisa didapatkan dengan harga yang jauh lebih rendah.
Jika fokus utama adalah memulai usaha dengan modal terbatas, truk bekas sering menjadi pilihan karena memungkinkan armada bertambah lebih cepat dengan dana yang sama.

Biaya Perawatan dan Operasional

Meskipun lebih murah di awal, truk bekas biasanya memerlukan perhatian lebih dalam hal perawatan. Komponen yang sudah aus atau mendekati masa pakai bisa memicu biaya tambahan seperti penggantian suku cadang dan perbaikan mesin.
Sebaliknya, truk baru cenderung lebih stabil dalam operasional karena semua komponen masih dalam kondisi prima. Risiko kerusakan juga lebih kecil, sehingga biaya perawatan dalam beberapa tahun pertama biasanya lebih rendah.
Namun, biaya servis rutin tetap harus diperhitungkan pada kedua pilihan, termasuk penggantian oli, filter, dan pemeriksaan berkala.

Konsumsi Bahan Bakar

Efisiensi bahan bakar menjadi faktor penting dalam bisnis logistik karena berpengaruh langsung pada pengeluaran harian. Truk baru umumnya memiliki teknologi mesin yang lebih efisien dibandingkan model lama.
Perbedaan konsumsi bahan bakar yang terlihat kecil bisa menjadi signifikan jika dihitung dalam jangka panjang. Armada yang beroperasi setiap hari dapat menghabiskan bahan bakar dalam jumlah besar, sehingga efisiensi menjadi nilai tambah bagi truk baru.
Meski demikian, truk bekas yang dirawat dengan baik masih dapat memberikan performa yang cukup efisien untuk operasional harian.

Perhitungan Balik Modal

Balik modal atau break-even point biasanya dihitung dari pendapatan bersih setelah dikurangi biaya operasional. Truk bekas sering kali lebih cepat balik modal karena harga belinya lebih rendah.
Sebagai contoh sederhana, jika satu unit truk menghasilkan pendapatan bersih tetap setiap bulan, maka truk dengan harga lebih murah akan mencapai titik impas lebih cepat. Hal ini membuat truk bekas menarik bagi usaha yang ingin segera mendapatkan keuntungan.
Namun, jika truk bekas sering mengalami kerusakan dan membutuhkan biaya perbaikan besar, waktu balik modal bisa menjadi lebih lama dari perkiraan.

Nilai Jual Kembali

Truk baru mengalami penyusutan nilai yang cukup besar pada tahun-tahun awal. Setelah digunakan beberapa waktu, harga jualnya bisa turun signifikan.
Sementara itu, truk bekas biasanya mengalami penyusutan yang lebih lambat karena harga belinya sudah lebih rendah. Jika dirawat dengan baik, truk bekas masih bisa dijual kembali dengan harga yang relatif stabil.
Nilai jual kembali ini penting untuk dipertimbangkan, terutama jika ada rencana mengganti armada di masa depan.
Hitung Modal Truk

Mana yang Lebih Menguntungkan?

Pilihan antara truk baru dan bekas bergantung pada kondisi usaha. Truk baru cocok untuk operasional jangka panjang dengan intensitas tinggi karena lebih andal dan efisien. Sementara itu, truk bekas lebih cocok untuk usaha yang ingin menekan biaya awal dan mempercepat balik modal.
Jika tujuan utama adalah mempercepat keuntungan dalam waktu singkat, truk bekas sering menjadi pilihan yang lebih realistis. Namun, untuk kestabilan operasional dalam jangka panjang, truk baru dapat memberikan keuntungan yang lebih konsisten.
Dengan mempertimbangkan biaya awal, operasional, dan potensi pendapatan, pelaku usaha logistik dapat menentukan pilihan armada yang paling sesuai agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan hasil yang optimal.