Tips Hemat Energi Pemanas
Dwi Utari
Dwi Utari
| 15-01-2026
Lifestyle Team · Lifestyle Team
Tips Hemat Energi Pemanas
Saat cuaca dingin datang, menjaga kehangatan rumah menjadi prioritas utama. Namun, biaya pemanas yang terus meningkat sering kali membuat kita khawatir akan tagihan listrik.
Beruntung, ada banyak cara sederhana tapi efektif untuk tetap hangat tanpa harus menguras kantong. Dengan beberapa trik cerdas dan kebiasaan kecil, Anda bisa menikmati kehangatan sepanjang hari sambil tetap hemat energi. Berikut tipsnya:

1. Atur Thermostat dengan Pintar

Thermostat adalah pusat kendali sistem pemanas di rumah Anda. Mengatur suhu dengan tepat bisa membuat perbedaan besar dalam penggunaan energi.
- Turunkan suhu saat rumah kosong: Banyak orang salah dengan tetap menyalakan pemanas ketika rumah kosong. Turunkan suhu sekitar 3–5 derajat Celcius saat Anda pergi bekerja atau beraktivitas di luar. Jika Anda menggunakan thermostat pintar, perangkat ini bisa menyesuaikan suhu secara otomatis sesuai jadwal Anda.
- Manfaatkan thermostat yang dapat diprogram: Jika rumah Anda belum memiliki thermostat jenis ini, pertimbangkan untuk berinvestasi. Dengan pengaturan yang bisa disesuaikan berdasarkan waktu, sistem pemanas hanya bekerja saat diperlukan.
- Tetap pada suhu stabil: Mengganti suhu secara drastis sering memboroskan energi. Tetaplah pada suhu nyaman dan stabil sepanjang hari.

2. Tutup Celah dan Perkuat Isolasi Jendela

Sistem pemanas seefisien apapun akan sia-sia jika udara hangat keluar melalui celah atau jendela yang bocor. Isolasi yang baik sangat penting untuk menjaga kehangatan.
- Periksa adanya angin masuk: Jalan-jalanlah di sekitar rumah dan periksa apakah ada angin masuk di sekitar jendela, pintu, atau bahkan stopkontak. Anda bisa merasakannya atau melihat tirai yang tertiup angin.
- Gunakan pelindung jendela: Pasang weatherstripping atau draft stopper untuk menghalangi udara dingin masuk. Untuk jendela lama, Anda bisa menambahkan film isolasi plastik yang murah dan efektif.
- Perkuat isolasi atap: Banyak panas rumah keluar melalui atap. Pastikan atap Anda terisolasi dengan baik. Menambahkan isolasi pada dinding dan lantai juga akan membantu menahan panas lebih lama.

3. Gunakan Pemanas Ruangan dengan Bijak

Pemanas ruangan (space heater) bisa menjadi solusi hangat di ruangan tertentu tanpa harus menyalakan pemanas seluruh rumah. Namun, penggunaan yang tidak tepat bisa boros energi.
- Fokus pada ruangan yang digunakan: Alih-alih memanaskan seluruh rumah, gunakan pemanas di ruangan yang sering Anda gunakan, seperti ruang tamu atau kamar kerja.
- Pilih pemanas hemat energi: Tidak semua pemanas sama efisiennya. Pilih yang sesuai ukuran ruangan dan hemat energi, seperti pemanas keramik atau inframerah.
- Matikan saat tidak digunakan: Sama seperti sistem pemanas utama, pemanas ruangan hanya efektif jika digunakan saat Anda berada di ruangan tersebut.

4. Manfaatkan Tirai Tebal dan Karpet

Tirai tebal dan karpet bukan hanya menambah estetika rumah, tapi juga membantu menahan panas.
- Tutup tirai di malam hari: Tirai tebal bisa menghalangi udara dingin masuk, terutama jika jendela besar. Di siang hari, buka tirai agar sinar matahari membantu menghangatkan ruangan secara alami.
- Tambahkan karpet di lantai: Lantai yang kosong, terutama dari keramik atau kayu, terasa dingin. Karpet membuat ruangan lebih hangat dan nyaman serta membantu menahan panas lebih lama.
Tips Hemat Energi Pemanas

5. Kenakan Lapisan Pakaian dan Gunakan Sumber Panas Lokal

Daripada menambah suhu ruangan, Anda bisa tetap hangat dengan trik sederhana:
- Kenakan lapisan pakaian: Memakai baju hangat atau kaus kaki ekstra bisa membantu tubuh tetap hangat tanpa menambah konsumsi listrik.
- Gunakan selimut atau pemanas kecil: Saat menonton TV atau membaca buku, gunakan selimut elektrik atau heating pad. Energi yang digunakan jauh lebih sedikit dibanding menyalakan pemanas seluruh ruangan.

6. Perawatan Rutin Sistem Pemanas

Pemanas yang terawat baik bekerja lebih efisien dan tahan lama.
- Ganti filter secara rutin: Filter kotor membuat pemanas bekerja lebih keras. Periksa dan ganti filter setiap beberapa bulan agar aliran udara tetap lancar.
- Servis profesional tahunan: Pemeliharaan rutin oleh teknisi memastikan pemanas berjalan optimal. Mereka akan memeriksa saluran udara, komponen, dan bagian lain yang mungkin mengurangi efisiensi.
- Periksa radiator: Jika Anda menggunakan radiator, lakukan bleeding untuk mengeluarkan udara yang terjebak. Udara yang terperangkap bisa mengurangi panas yang keluar, membuat sistem bekerja lebih berat.

Kesimpulan: Sedikit Perubahan, Hemat Besar

Menjaga rumah tetap hangat saat cuaca dingin tidak harus mahal. Dengan mengatur thermostat, menutup celah, menggunakan pemanas ruangan dengan bijak, dan merawat sistem pemanas, Anda bisa tetap nyaman tanpa membengkak tagihan listrik. Mulailah menerapkan tips ini sekarang, dan rasakan kehangatan rumah yang nyaman serta hemat sepanjang musim dingin!