Sejarah Ballet Dunia
Saraswati Pramita
Saraswati Pramita
| 14-01-2026
Photography Team · Photography Team
Sejarah Ballet Dunia
Pernahkah Anda menonton pertunjukan ballet dan bertanya-tanya bagaimana semua itu bermula?
Dengan putaran pirouette yang anggun, lompatan tinggi yang memukau, dan gerakan tubuh yang begitu lemah gemulai, ballet bisa terasa seperti dunia lain.
Namun, meskipun saat ini ballet dikenal sebagai salah satu bentuk seni paling elegan, awalnya seni ini memiliki akar yang sangat sederhana dan kisahnya penuh drama, inovasi, serta keindahan yang tak lekang oleh waktu.
Tahukah Anda bahwa ballet pertama kali lahir di istana-istana kerajaan pada masa Renaissance di Italia dan Prancis? Mari kita telusuri perjalanan menarik dari seni ini dan bagaimana ia berevolusi menjadi bentuk seni yang kita kenal sekarang.

Akar Kerajaan Ballet

Untuk memahami asal-usul ballet, kita harus mundur ke abad ke-15, ketika istilah "ballet" pertama kali digunakan. Ballet awalnya muncul di Italia, pada masa Renaissance, sebuah periode di mana seni, budaya, dan ilmu pengetahuan berkembang pesat di Eropa. Bangsawan Italia mulai menyelenggarakan pertunjukan tari yang mewah sebagai bagian dari perayaan istana mereka. Pertunjukan ini bukan sekadar tontonan profesional, melainkan gabungan antara tari, musik, puisi, dan teater yang membentuk sebuah pesta visual yang luar biasa.
Salah satu bentuk ballet paling awal yang terkenal adalah "Ballet Comique de la Reine", yang dipentaskan di Prancis pada tahun 1581. Pertunjukan ini dipesan oleh Catherine de’ Medici, ratu Prancis, dan menggabungkan tari dengan kisah-kisah mitologi. Penampilan ini menjadi titik balik penting, karena merupakan ballet pertama yang menampilkan narasi atau cerita yang jelas, sekaligus melahirkan konsep koreografi, yaitu sistem pengaturan gerakan tari secara terstruktur.

Ballet Sebagai Seni Istana

Perkembangan berikutnya dari ballet terjadi di istana-istana Prancis. Di bawah pemerintahan Raja Louis XIV, ballet berubah dari hiburan bangsawan menjadi seni pertunjukan profesional. Raja Louis sendiri adalah seorang penari yang bersemangat, bahkan ia sering tampil di atas panggung, memerankan tokoh dewa matahari, Apollo, dalam pertunjukan yang terkenal sebagai ballet Raja Matahari.
Dukungan kerajaan ini sangat penting dalam membentuk ballet sebagai seni formal. Pelatihan yang terstruktur dan kodifikasi gerakan tari menjadi fondasi dari ballet klasik. Seni pertunjukan, disiplin, dan keindahan artistik menyatu dalam periode ini. Ballet tidak lagi sekadar hiburan istana, tetapi mulai diakui sebagai seni pertunjukan yang serius.
Beberapa pencapaian penting selama periode ini antara lain:
- Pengembangan Teknik: Penampilan di istana Raja Louis XIV mendorong terciptanya gerakan teknik yang presisi, termasuk teknik pointe, di mana penari berdiri dan menari di ujung jari kaki.
- Kodifikasi Gerakan: Dengan berdirinya akademi tari, para guru tari Prancis, seperti Pierre Beauchamp, menetapkan posisi resmi tangan dan kaki. Posisi-posisi ini (posisi pertama, posisi kedua, dan seterusnya) hingga kini masih digunakan di sekolah-sekolah ballet di seluruh dunia.
Sejarah Ballet Dunia

Kebangkitan Ballet di Abad 18 dan 19

Setelah mapan di Prancis, ballet mulai menyebar ke Eropa lainnya, termasuk Italia, dan berkembang menjadi bentuk pertunjukan yang lebih profesional dan teatrikal. Pada abad ke-18, balet mulai menekankan narasi dan karakter, tidak lagi hanya menampilkan kemampuan teknik penari. Cerita menjadi inti dari pertunjukan, membuat penonton tidak sekadar terpesona oleh gerakan, tetapi juga tersentuh emosinya.
Peralihan ballet dari istana ke teater publik menandai lahirnya ballet sebagai seni pertunjukan untuk khalayak luas. Choreographer terkenal seperti Jean-Georges Noverre memperkenalkan "ballet d'action", yaitu ballet yang mengutamakan cerita melalui gerakan. Fokusnya kini bukan sekadar teknik, tetapi juga cara menceritakan kisah yang mendalam melalui tubuh.
Abad ke-19 menandai munculnya romantic ballet, dengan tema yang lebih ethereal dan mistis. Banyak penari wanita menampilkan sosok-sosok gaib, seperti peri atau roh halus. Kemunculan tutu pendek dan sepatu pointe menjadi ciri khas era ini. Penari legendaris seperti Marie Taglioni menjadi ikon seni ini, menunjukkan perpaduan antara keindahan teknik dan kedalaman emosional ballet.

Inovasi Ballet di Abad 20

Memasuki abad ke-20, ballet terus berkembang dan beradaptasi. Choreographer legendaris seperti George Balanchine membawa perubahan besar, menggabungkan ballet klasik dengan gaya modern dan abstrak.
- Kontribusi Balanchine: Sebagai Bapak Ballet Amerika, Balanchine menekankan kecepatan, kekuatan, dan abstraksi dalam pertunjukan ballet, yang hingga kini menjadi pengaruh besar di dunia ballet modern.
- Ballet dan Budaya Populer: Di paruh kedua abad ke-20, ballet mulai menyentuh budaya populer, dengan kolaborasi bersama musik modern dan eksperimen dalam gaya pertunjukan, membuka jalan bagi tarian kontemporer.

Ballet Saat Ini: Seni Global

Hari ini, ballet dinikmati di seluruh dunia. Ballet bukan hanya menjadi simbol disiplin, keanggunan, dan ekspresi artistik, tetapi juga terus berevolusi. Sekolah-sekolah ternama seperti Paris Opera Ballet School dan Royal Ballet School London mendidik generasi penari berikutnya. Ballet kini menjangkau kolaborasi dengan musik modern, film, dan berbagai bentuk seni lainnya.

Warisan Abadi Ballet

Asal-usul ballet memang berada di istana mewah Italia dan Prancis, tetapi perjalanan seni ini dari hiburan kerajaan hingga menjadi seni global membuktikan daya tarik dan kemampuannya beradaptasi. Ballet adalah seni yang hidup, menyatukan sejarah, emosi, dan gerakan menjadi sesuatu yang abadi.
Apakah Anda menonton pertunjukan klasik atau interpretasi modern, keindahan ballet terletak pada kemampuan manusia untuk menceritakan kisah, mengekspresikan perasaan, dan memikat penonton dengan setiap gerakan yang anggun. Ballet adalah selebrasi dari potensi tubuh manusia yang tak pernah lekang oleh waktu.